Gadis Tuna Wicara Diperkosa Penarik Becak di Tanjung Balai

Tanjungbalai (SIB)
Gadis tuna wicara Bunga,16 (nama asalan) diduga korban pemerkosaan yang dilakukan seorang penarik becak bermotor (Betor), Jumat (30/4) sekira pukul 11.00 WIB di rumah kosong Jalan Gaharu Kota Tanjungbalai.
Siswi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) ini diduga diperkosa N (45) warga Jalan Jenderal Sudirman Km 2,5 Kota Tanjungbalai saat pulang dari sekolahnya. Peristiwa itu di ketahui keluarga korban menjelang sore dan membuat laporan resmi ke Mapolres Tanjungbalai.
Keterangan yang diperoleh wartawan menyebutkan, siang itu, korban keluar dari sekolah dan hendak pulang ke rumahnya. Tiba di TKP persisnya di persimpangan Jalan FL Tobing dan Jalan Gaharu, korban ditegur tersangka N layaknya menawarkan jasa. Karena diam tersangka penasaran dan menghentikan becaknya lalu memegang tangan korban.
Saat tangannya dipegang, korban berontak dan marah tetapi memakai bahasa isyarat, mengetahui korban tuna wicara lalu tersangka menarik paksa tangan korban dan menaikkan korban ke Betornya serta membawa ke rumah kosong yang tak jauh dari TKP.
Di rumah kosong, tersangka langsung menyetubuhinya sementara korban berontak dan melakukan perlawanan dan berhasil mencakar badan korban. Walaupun korban melawan dan mencakar badan korban dengan kuku tangannya tetapi tersangka tidak perduli. Setelah puas melampiaskan nafsu bejadnya tersangka meninggalkan korban.
Aksi bejad ini terbongkar saat korban hendak pulang menuju rumahnya. Korban melihat tersangka lewat dengan Betornya menuju Jalan Alteri. Saat bersamaan seorang wanita bernama Nurlela yang sehari-harinya berjualan di kantin SDLB melintas di daerah itu. “Korban langsung memeluk wanita itu, dengan bahasa isyarat korban mengatakan bahwa pria penarik becak itu telah memperkosanya,” ujar Kapolres Tanjungbalai melalui Pahumas AKP L Sirait, Sabtu (1/5) di ruang kerjanya.
Didampingi guru SDLB bernama Nino, korban membuat pengaduan resmi ke Mapolres Tanjungbalai. Lalu anggota Satreskrim Bripka D Habeahan dan Briptu R Silalahi melakukan olah TKP dan berhasil menangkap tersangka N dan membawanya ke Mapolres Tanjungbalai untuk pemeriksaan lanjut.” Kasusnya masih dalam pemeriksaan dan masih menunggu hasil visum” ujar Pahumas.
Tersangka, kata Pahumas dijerat pasal 81 UU nomor nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, subs pasal 285 KUHPidana. (S19/n)

Sumber : http://hariansib.com/?p=121219

About sayabisaberubah

Apa adanya aja... dan selalu berharap bisa menjadi lebih baik setiap harinya
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s