Penyakit Otak Alzheimer, Adakah di Indonesia..?

July 11, 2008 by asosiasialzheimerindonesia

Artikel di ambil dari buku “Mengenal Awal Pikun Alzheimer” oleh Prof. Dr. Sidiarto Kusumoputro Sp.S(K) – Dr. Lily Djokosetio Sidiarto Sp.S(K) .

Penyakit demensia atau kepikunan telah membebani masyarakat dengan sejumlah 90 miliar dolar setiap tahunnya (lebih dari 180 triliun) hanya untuk perawatan di rumah. Alzheimer termasuk yang paling utama dari kelompok demensia ini.

Orang yang terkena penyakit Alzheimer mula-mula mengalami gangguan daya ingat dan akhirnya menjadi pikun secara progresif. Kebanyakan penyakit Alzheimer memang menimpa para lanjut usia.

Kalau diperkirakan dalam tahun 2000 penduduk dunia berusia 65 tahun ke atas akan berjumlah 423 juta dan hampir 50 % dari itu berada di negara-negara sedang berkembang, maka dari jumlah itu akan ada yang menderita demensia dan 55,6 % nya disebabkan oleh penyakit Alzheimer.

Laporan dari Acta Neurologica Scandinavia (1993) menyebutkan jumlah demensia akan menjadi dua kali lipat setiap penambahan 5,1 tahun dari umur 60 sampai 90 tahun. Dari jumlah tersebut separuhnya disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Penyakit otak yang amat ditakuti ini lebih banyak terdapat di daerah pekotaan daripada pedesaan dan angka kejadian pria sama dengan wanita.

Di Eropa angka kejadian Alzheimer berturut-turut adalah 0,02; 0,3 dan 10,8 pada masing-masing kelompok usia 50-59, 60-69, 70-79. dan 80-89. Di Amerika utara dan Eropa penyakit Alzheimer lebih banyak daripada demensia lainnya, yaitu demensia yang disebabkan ganggun pembuluh darah (demensia multi-infark, MID). Tetapi di Jepang, Rusia, dan Cina keadaaannya terbalik, MID lebih banyak daripada penyakit Alzheimer.

Situasi Indonesia

Bagaimana di Indonesia..? Para pakar medis masih tenang-tenang saja menghadapi masalah Alzheimer yang sudah mendunia ini, karena kebanyakan mereka masih menganggap bahwa Alzheimer di Indonesia tidak ada, atau kalaupun ada sangat sedikit jumlahnya.

Hal ini memang ada benarnya karena di Indonesia belum pernah melakukan penelitian-penelitian berapa jumlah orang-orang yang mengalami demensia. Dengan demikian belum diketahui berapa jumlah Alzheimer di antara demensia itu.

Selain itu  masih ada anggapan bahwa Alzheimer hanya dapat didiagnosis berdasarkan otopsi atau bedah mayat. Kalau ada orang lanjut usia yang pikun dan meninggal, tentu keluarga tidak rela untuk dibuat otopsi hanya untuk mencari diagnosis Alzheimer atau penyebab demensia lainnya.

Beberapa tahun terakhir ini para pakar ilmu saraf memang sudah melakukan kegiatan-kegiatan menanggulangi demensia, tetapi baru yang penyebabnya gangguan pembuluh darah otak (MID). Namun demikian demensia multi infark dan demensia Alzheimer sangat berbeda penanganannya.

Pada dasarnya penyakit Alzheimer dapat dibuat diagnosisnya berdasarkan keadaan klinisnya yang mencakup gangguan kognitif, gangguan emosional, dan sosial dengan menyingkirkan berbagai penyebab lain. Dengan ditopang oleh berbagai penunjang seperti pemeriksaan imajing (sken CT, MRI, SPECT dan PET) dan ciri-ciri khas genetik (sindrom Down), maka penyakit Alzheimer dapat ditentukan.

Seyogyanya para pakar medis di Indonesia sudah perlu mengantisipasi masalah penyakit Alzheimer, karena sudah ada kemudahan di negara ini. Selain juga ada kemungkinan jumlah penyakit otak yang amat merisaukan ini bertambah banyak karena lanjut usia di Indonesia yang dalam tahun 2020 diperkirakan akan berjumlah 20 juta orang.

Indonesia akan mempunyai kenaikan penduduk lanjut usia paling tinggi di dunia, yaitu 414 persen (angka dari WHO, 1994) dan Bureu of the Census USA, 1993, yang dikutip dari Boedhi-Darmojo (Kompas, 19 Agustus 1994).

Antisipasi atas penyakit ini sudah harus dimulai karena kriteria diagnosisnya sudah jelas dan selain itu telah berkembang saat ini penemuan obat-obatan yang dapat memperlambat proses demensia itu. Peningkatan kewaspadaan masyarakat akan penyakit ini harus segera digalakkan melalui proses pendidikan masyarakat.

Sumber : http://asosiasialzheimerindonesia.wordpress.com/2008/07/11/penyakit-otak-alzheimer-adakah-di-indonesia/

About sayabisaberubah

Apa adanya aja... dan selalu berharap bisa menjadi lebih baik setiap harinya
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s